INDAHNYA HIDUP JIKA KITA BERSYUKUR DALAM MENJALANI HIDUP

SISADA LULU ANAK SISADA LULU BORU SISADA LULU TANO SISADA PANGKILALAAN ANAK NASO MASIBOLA - BOLAAN BORU NASOJADI MASITINDIAN DANG JADI TUMATANGIS BORU
Tampilkan postingan dengan label Penyakit Seks Pria. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penyakit Seks Pria. Tampilkan semua postingan

4 Cara Atasi Ejakulasi Dini


Tidak ada obat instan untuk ejakulasi dini. Penyebab terjadinya ejakulasi dini tidak sepenuhnya bisa dimengerti. Simak empat cara yang setidaknya bisa dilakukan untuk mengatasi ejakulasi dini.

1. Penekanan

Salah satu strategi teknis untuk menunda terjadinya klimaks adalah dengan menekan batang penis tepat sebelum ejakulasi. "Ini menimbulkan sedikit rasa tidak nyaman dan mencegah ejakulasi terjadi," kata Irwin Goldstein, MD, direktur San Diego Sexual Medicine dan editor Journal of Sexual Medicine. Namun tidak semua dokter setuju terhadap teknik ini. Teknik penekanan tidak direkomendasikan oleh Ira Sharlip, MD, juru bicara American Urological Association dan profesor klinis urologi di University of California, San Francisco, karena menurutnya sulit dilakukan.

2. Kekacauan suasana hati

Beberapa orang mengatakan bahwa suasana hati yang kacau bisa membantu menunda ejakulasi. Caranya adalah dengan memikirkan sesuatu yang tidak ada kaitannya dengan pasangan bercinta, tetapi bukan sesuatu yang berbau seksual. Beberapa pria misalnya membayangkan sebuah pertandingan sepakbola atau memikirkan teka-teki matematika.

3. Krim obat kesemutan

Krim untuk menyembuhkan kesemutan mengandung lidocaine yang bisa mengurangi sensitivitas. Namun, pemakaiannya tidak diizinkan oleh Asosiasi Obat dan Makanan. Atau cobalah lubrikan dengan formula yang efektif memperpanjang waktu dalam hubungan seksual. Namun perlu diperhatikan untuk tetap memakai kondom agar efek krim atau lubrikan tidak mengenai pasangan.

4. Pil

Beberapa pil dirancang untuk menyembuhkan penyakit lain ternyata juga efektif untuk mengobati ejakulasi dini. Contohnya, obat anti-depresi yang bisa menunda klimaks karena meningkatkan kadar serotonin yang berperan dalam kegiatan seksual.

Namun bagi pria yang minum pil itu tiap hari, malah akan membuat dia mengalami kesulitan ejakulasi. Dan, pil itu tidak bekerja jika diminum sesaat sebelum melakukan hubungan seksual. Pil anti-depresi yang diminum untuk menunda ejakulasi juga punya efek negatif, yaitu berisiko mengurangi libido, sehingga disarankan untuk berkonsultasi dengan dokter sebelum minum pil tersebut.

Obat pengurang rasa sakit seperti tramadol juga bisa menunda klimaks. Minumlah sesaat sebelum bercinta dan efeknya di kepala dapat memperpanjang ejakulasi. Namun tetap saja obat penghilang rasa sakit memiliki kelemahan, seperti kelelahan, sakit kepala, muntah, berkeringat, dan sebagainya. Selain itu, obat semacam itu juga bersifat adiktif.


Read More

Infeksi Seks Chlamydia Lebih Menyerang Pria

Penyakit infeksi menular seksual oleh bakteri chlamydia selalu diidentikkan dengan kaum perempuan. Tapi ternyata laki-laki dua kali lebih mungkin mendapatkan hasil positif dalam tes chlamydia dibandingkan perempuan.

Berdasarkan hasil survei sekitar 13 persen laki-laki menunjukkan hasil positif tes chlamydia dibandingkan dengan perempuan yang hanya sebesar 6 persen. Namun kaum laki-laki lebih enggan untuk melakukan pemeriksaan kesehatan seksualnya.

Sekitar 13 persen kaum laki-laki yang terkena chlamydia ini karena tidak menggunakan kondom padahal 'bermain' dengan lebih dari satu perempuan dalam waktu lima tahun terakhir. Jumlah tersebut dua kali lipat dibandingkan kaum perempuan yang hanya sebesar 7 persen.

Namun sekitar 72 persen laki-laki yang disurvei mengaku tidak pernah melakukan pemeriksaan untuk infeksi menular seksual (IMS). Hal ini menunjukkan seseorang kemungkinan akan menunda tes sampai timbul gejala yang nyata, kondisi ini berarti seseorang akan memeriksakan dirinya saat tingkat infeksi sudah benar-benar ada.

"Hasil ini sangat mengejutkan dan juga megkhawatirkan, karena sebagian besar IMS tidak menunjukkan gejala yang jelas. Karenanya seseorang bisa saja menganggap dirinya sehat sehingga memberikan risiko terhadap pasangannya," ujar Clare Kerr, kepala kesehatan seksual di Lloydspharmacy dan juga ketua penelitian, seperti dikutip dari Telegraph, Selasa (6/4/2010).

Infeksi chlamydia merupakan salah satu infeksi menular seksual yang paling sering didiagnosis dan sebagian besar menyerang kaum muda yang berusia 16-24 tahun.

Sekitar 50 persen laki-laki dan 70 persen perempuan yang memiliki infeksi chlamydia tidak memiliki gejala yang nyata. Tapi jika kondisi ini tidak segera diobati, maka bisa menyebabkan komplikasi jangka panjang termasuk ketidaksuburan (infertilitas).

Infeksi ini disebabkan oleh bakteri Chlamydia trachomatis yang dapat merusak organ reproduksi dan menyebabkan keluarnya cairan dari vagina pada perempuan atau dari penis pada laki-laki. Meskipun gejalanya terkadang ringan atau tidak ada, komplikasi yang ditimbulkan bisa menyebabkan kerusakan yang irreversible.

Setiap orang yang aktif secara seksual dapat terinfeksi chlamydia, semakin banyak jumlah pasangan seksnya maka semakin besar risiko infeksinya. Orang yang masih sangat muda lebih rentan terkena infeksi ini, apalagi jika sudah aktif secara seksual.

Sejak chlamydia dapat ditularkan melalui oral seks atau anal seks, maka laki-laki yang berhubungan dengan laki-laki juga berisiko terinfeksi bakteri ini. Untuk mendiagnosisnya beberapa tes diperlukan seperti tes laboratorium, tes urin dan juga tes pengumpulan sampel dari daerah penis atau serviks.

Read More

Belum Tentu Gangguan Ereksi


Belum Tentu Gangguan Ereksi

Gangguan ereksi adalah tidak sanggup tegak dan mengerasnya penis saat diperlukan. Sekali dalam hidup mengalami gangguan ini adalah wajar bagi pria. Karena itu, jangan buru-buru merasa mengalami gangguan ereksi sebelum Anda menjawab pertanyaan ini:

Apakah Anda mengalami ereksi saat terbangun dari tidur, entah di pagi atau malam hari? Bila jawabnya adalah tidak sama sekali, seharusnya Anda tidak perlu menunda waktu untuk segera berkonsultasi dengan dokter.

Bila jawabnya pernah atau sering ereksi di kala tidur tetapi loyo saat akan digunakan, persoalannya mungkin bersifat psikologis atau karena faktor lingkungan.

Berikut ini sejumlah hal yang bisa mengganggu terjadinya ereksi: - Udara yang terlalu dingin atau panas - Alkohol di dalam tubuh - Obat dokter - Beberapa hari atau jam sebelumnya sudah berulangkali orgasme - Cemas/khawatir tak mampu - Stres/kelelahan fisik - Salah teknik/posisi - Obat terlarang, semisal heroin, kokain, cannabis, alkohol, nikotin, methadone, ekstasi, dan sebagainya.

Jadi, misalnya hari ini Anda baru saja dua atau tiga kali mengalami orgasme, minum beberapa gelas alkohol sambil merokok di ruang yang terlalu panas atau dingin, bisa dipastikan kemampuan ereksi Anda akan terganggu. Pangkas sebanyak mungkin faktor risiko tersebut.


Read More

10 Perilaku Kelainan Seksual


Perilaku seks yang tidak wajar dialami beberapa orang yang mengalami kelainan seks atau yang disebut paraphilias. Salah satu contohnya mempertontonkan organ kelamin kepada orang lain yang tidak ingin melihatnya.

Paraphilias adalah perasaan seksual atau perilaku yang dapat melibatkan mitra seksual yang tidak manusia, tanpa izin, atau yang melibatkan penderitaan atau siksaan oleh satu atau kedua pasangan.

Menurut Diagnostic and Statistical Manual of Mental Disorders (dikenal sebagai DSM) edisi keempat revisi (DSM-IV-TR), panduan yang digunakan oleh profesional kesehatan mental untuk mendiagnosis gangguan mental, suatu kondisi yang tidak umum pada seseorang yang memiliki lebih dari satu paraphilia.

Seperti dilansir dari minddisorders.com, Jumat (9/4/2010), DSM-IV-TR menyebutkan paraphilia terdiri dari berbagai jenis, yaitu eksibisionisme, fetisisme, frotteurisme, pedofilia, masokisme seksual, sadisme seksual, fetisisme transvestic dan voyeurisme.

DSM-IV-TR juga mengategorikan paraphilia yang tidak umum, seperti necrophilia, bestialitas, dan lain-lain.

1. Eksibisionisme
Eksibisionisme adalah kelainan seks yang suka memperlihatkan organ kelamin kepada orang lain yang tidak ingin melihatnya. Dalam beberapa kasus, orang dengan eksibisionisme juga suka melakukan autoeroticism (praktek seksual merangsang diri sendiri atau masturbasi) sambil memperlihatkannya kepada orang lain.

Secara umum, tidak ada kontak yang dilakukan dengan korban, si eksibisionisme terangsang secara seksual dengan mendapat perhatian dan mengejutkan orang lain dengan tindakannya.

2. Fetisisme
Orang dengan gangguan ini mencapai kepuasan seksual dengan menggunakan obyek bukan manusia, paling sering pakaian dalam perempuan, sepatu, stocking, atau item pakaian lainnya.

3. Frotteurisme
Orang dengan gangguan ini sering menggosok-gosokkan organ kelaminnya kepada orang lain yang tidak menginginkannya. Perilaku ini sering dilakukan pada saat sibuk, di tempat ramai seperti dalam bus atau di kereta yang penuh sesak.

4. Pedofilia
Pedofilia melibatkan aktivitas seksual dengan anak kecil, umumnya di bawah usia 13 tahun. DSM-IV-TR mendeskripsikan kriteria orang dengan pedofilia berusia diatas 16 tahun, dan setidaknya 5 tahun lebih tua dari si anak yang dijadikan obyek seksualnya.

Orang dengan pedofilia bisa tertarik dengan anak laki-laki atau perempuan, walaupun hampir dua kali lipat ketertarikan lebih banyak pada anak laki-laki. Biasanya orang dengan gangguan ini mengembangkan prosedur dan strategi untuk mendapatkan akses dan kepercayaan anak-anak.

5. Seksual masokisme
Masokisme adalah istilah yang digunakan untuk kelainan seksual tertentu, namun yang juga memiliki penggunaan yang lebih luas. Gangguan seksual ini melibatkan kesenangan dan kegembiraan yang diperoleh dari rasa sakit pada diri sendiri, baik yang berasal dari orang lain atau dengan diri sendiri.

Gangguan ini biasanya terjadi sejak kanak-kanak atau menginjak remaja yang sudah mulai kronis. Orang dengan gangguan ini mencapai kepuasan dengan mengalami rasa sakit. Masokisme adalah satu-satunya kelainan paraphilia yang dialami oleh perempuan, sekitar 5 persen makosis adalah perempuan.

Istilah ini berasal dari nama seorang penulis asal Austria pada abad ke-19, Leopold von Sacher-Masoch, yang novelnya sering menyebutkan karakter yang terobsesi dengan kombinasi seks dan rasa sakit.

Dalam arti lebih luas, masokisme mengacu pada pengalaman menerima kenikmatan atau kepuasan dari penderitaan sakit. Pandangan psikoanalitik bahwa masokisme adalah agresi berbalik ke dalam, ke diri, ketika seseorang merasa terlalu bersalah atau takut untuk mengungkapkannya secara lahiriah.

6. Seksual Sadisme
Seorang individu sadisme mencapai kepuasan seksual dengan menyakiti orang lain. Dalam teori psikoanalitik, sadisme terkait dengan rasa takut pengebirian, sedangkan penjelasan perilaku sadomasokisme (praktek seksual menyimpang yang menggabungkan sadisme dan masokisme) adalah perasaan secara fisiologis mirip dengan gairah seksual.

Kriteria diagnostik klinis untuk kedua gangguan ini adalah pengulangan dari perilaku selama setidaknya enam bulan, dan kesulitan yang signifikan atau penurunan kemampuan untuk berfungsi sebagai akibat dari perilaku atau terkait dorongan atau fantasi.

Sadomasokisme bisa terjadi pada laki-laki dan perempuan, baik heteroseksual dan hubungan homoseksual.

7. Transvestic fetisisme
Gangguan ini dicirikan dengan laki-laki heteroseksual yang mengenakan pakaian perempuan untuk mencapai respons seksual. Gangguan ini dimulai pada saat remaja dan masih diam-diam (tanpa ingin diketahui orang lain), dan kemudian saat beranjak dewasa mulai berpakaian perempuan lengkap dan di depan umum.

Sebagian kecil laki-laki dengan transvestic fetisisme mungkin mengalami dysphoria (ketidakbahagiaan dengan jenis kelamin aslinya), yang kemudian melakukan pengobatan hormonal atau operasi pergantian kelamin untuk membuat mereka hidup secara permanen sebagai perempuan.

8. Voyeurism
Voyeurisme adalah paraphilia di mana seseorang menemukan kenikmatan seksual dengan menyaksikan atau mengintip orang yang telanjang, membuka baju, atau melakukan seks. Gangguan ini terjadi pada laki-laki dan yang menjadi obyek biasanya orang asing.

Orang dengan voyeurisme atau voyeur berfantasi melakukan hubungan seks dengan korbannya, tetapi ia tidak benar-benar melakukan itu. Voyeur mungkin mengintip orang asing yang sama berulang-ulang, tapi jarang ada kontak fisik.

9. Bestialitas
Bestialitas atau zoophilia adalah istilah yang menggambarkan perasaan atau perilaku seks yang melibatkan hewan. Perasaan seksual orang dengan bestialitas mungkin berfokus pada hewan piaraan seperti anjing, atau hewan ternak seperti
domba atau kambing.

10. Necrophilia
Necrophilia adalah istilah yang menggambarkan perasaan atau perilaku seksual melibatkan mayat.


Read More
 
TANGGU RAJA PARDEDE | HARLEN PARDEDE | PARDEDE Template™