INDAHNYA HIDUP JIKA KITA BERSYUKUR DALAM MENJALANI HIDUP

SISADA LULU ANAK SISADA LULU BORU SISADA LULU TANO SISADA PANGKILALAAN ANAK NASO MASIBOLA - BOLAAN BORU NASOJADI MASITINDIAN DANG JADI TUMATANGIS BORU
Tampilkan postingan dengan label Penemuan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Penemuan. Tampilkan semua postingan

Teori Baru Keberadaan Atlantis


Di dalam Timeus dan Critias, Plato menuliskan kedua dialog yang ia curahkan tentang Atlantis dengan gambaran yang detil dan komprehensif. Kata-katanya yang fasih berfungsi sebagai peta yang digunakan sebagai petunjuk oleh para penjelajah tangguh yang bertekad mencari sisa-sisa kerajaan ini. Berikut cuplikan terjemahan catatan Plato mengenai Atlantis dalam Timeus dan Critias:

"Pulau Atlantis ada di laut. Berhadapan dengan pilar Herkules. Dan wilayahnya lebih besar dari Libya dan Asia yang disatukan. Di tengah bagian terpanjangnya, disebelah laut ada daratan persegi panjang luas. Dikelilingi oleh pegunungan, dan lebih tinggi dari permukaan laut. Mengandung gunung berapi, dan sering terkena gempa dan banjir. Gunungnya menganung emas, perak, tembaga, dan timah. Dan gabungan alami dari emas dan tembaga yang disebut orichalcum.

Daratan itu memiliki sistem kanal yang besar dan kecil, juga mata air dingin dan panas alami. Tanahnya subur dan hasil panennya melimpah. Di dataran itu ada ibukota yang dikelilingi oleh bidang konsentris. Kota itu diliputi tembok batu merah, putih, dan hitam."


Dari cuplikan catatan Plato mengenai Atlantis diatas, digambarkan bahwa kerajaan besar itu sebagai sebuah pulau yang besar, terletak diluar Selat Gibraltar yang disebut orang Yunani sebagai
Pilar Herkules. Sebuah pulau yang lebih besar dari Libya dan Asia bila disatukan. Pada abad 4 SM masih belum diketahui bagaimana tatanan dunia. Karenanya sulit bagi kita untuk mengerti dengan pasti apa yang dimaksudkan Plato dengan Asia dan Libya bila disatukan. Sekarang, bisa dikatakan Libya yang dimaksud mungkin sama dengan bagian Afrika Utara. Sedangkan Asia mungkin bisa diwakilkan dengan wilayah Turki dan Timur Tengah. Dari Sudut pandang Plato di Yunani, Atlantis terletak di laut Atlantik, akibatnya mayoritas pencarian benua hilang tersebut di fokuskan di dasar laut.

Jim Allen, ahli peta dan bekas penerjemah intelejen udara AU Inggris memiliki sebuah perspektif baru dalam memeriksa ulang tulisan Plato. Ia menemukan yang ia yakini sebagai inti geografis legenda Plato. Menurutnya, tak ada benua hilang yang terletak diantara sisi seberang laut Gibraltar, maka ia berpendapat mungkin wilayah Atlantis berada di Amerika Selatan. Dengan menggabungkan citra satelit dengan pengetahuan praktis ilmu ukur kuno, Allen yakin ia berhasil membenarkan hampir semua gambaran Atlantis Plato. Ia yakin peradaban hilang tersebut kini telah muncul kedaratan, sangat berbeda dengan yang diyakini banyak orang bahwa reruntuhannya masih terkubur didasar laut.


Altiplano, begitulah yang ditunjuk Allen sebagai wilayah yang ia yakini sebagai Atlantis. Ada sesuatu yang sangat menarik dari wilayah Altiplano yang berhasil diamati oleh Allen dengan foto Satelit yang ia dapatkan, yaitu apa yang tampak sebagai sisa-sisa kanal luas. Kanal luas gambaran Allen membagi dua daratan Altiplano dalam gambar satelit. Pada titik terlebarnya, hampir 600 kaki dari 1 sisi ke sisi lainnya, hampir persis dengan gambaran Plato.
Plato mengatakan Atlantis sebagai sebuah benua, dalam arti benua disamping lautan (lihat image disamping yang ditandai anak panah). Ada dataran persegi panjang, letaknya diatas permukaan laut. Altiplano merupakan sebuah wilayah luas di Amerika Selatan dan langsung berbatasan dengan Laut Pasifik. Wilayah ini memiliki lebar lebih dari 102 mil dan panjangnya hampir 300 mil, ini menjadikan Altiplano sebagai dataran persegi panjang terbesar di dunia. Sangat cocok dengan penggambaran Atlantis Plato.

Kembali ke Timeus dan Critias, Plato mencatat ukuran dataran Atlantis dalam stade. Stade merupakan satuan pengukuran yang sering digunakan oleh ahli matematika Yunani. 1 stade sama dengan 600 kaki. Namun di Amerika Selatan, satu stade hanya 300 kaki, setengah dari satu stade dalam pengukuran Yunani Kuno.
Setelah ukuran dataran Plato dikonversi didapatkan ukuran 113 x 171 mil. Satu-satunya daerah di Benua Amerika yang dapat memuat dataran sebesar ini adalah Altiplano. Ya, Altiplano memiliki hampir semua kriteria yang digambarkan Plato mengenai Atlantis. Suatu wilayah yang dikelilingi oleh pegunungan yang mengandung emas, perak, tembaga, dan timah. Seluruh daerahnya terletak di patahan yang sering mengakibatkan gempa bumi. Altiplano memiliki gambaran yang sempurna mengenai legenda Atlantis.

Bekas-bekas Kanal di Wilayah Altiplano

Tetapi beberapa ahli tidak setuju dengan Jim Allen dalam keyakinan bahwa Atlantis berada di Amerika Selatan. Mark Aldenderfer, Profesor Antropology dari UC Santa Barbara mengatakan bahwa Altiplano adalah lingkungan yang keras selama 10-15 juta tahun terakhir. Tidak ada hubungan apapun tentang populasi pertanian yang maju seperti yang digambarkan Plato untuk keberadaan Atlantis di wilayah Altiplano.
Daerah Altiplano Bolivia sampai saat ini adalah daerah yang kaya akan mineral. Logam campuran yang disebut sebagai orichalcum yang digambarkan sendiri oleh Plato di bukunya juga dapat ditemukan disini. Dalam dialognya tentang Atlantis, Plato menulis bahwa nilai Orichalcum hanya setingkat dibawah emas. Orichalcum sangat membangkitkan minat karena hanya ditemukan di Altiplano, Andes.

Saat ini, Allen memfokuskan hanya untuk menemukan ibukota Atlantis. Pencariannya membawanya ke
Pampa Aullagas, gunung berapi yang tidak aktif yang dikelilingi lautan pasir dan bebatuan. Allen yakin bahwa di sini ibukota Atlantis berada sebelum tenggelam kedalam lautan luas. Lautan yang kini telah surut dan menjadi anak sungai sempit dan kumpulan air yang lebih kecil. Kini, daerah ini hanya meninggalkan sisa-sisa dasar laut yang kering dan gersang.

Pampa Aullagas, Altiplano, Bolivia

Sistem Posisi Global Genggam (GPS) yang dibawa Allen, bekerjasama dengan 12 satelit orbit. Melalui proses triangulasi, sistem itu memberikan info dalam bujur dan lintang di lokasi manapun di seluruh dunia. Ini memungkinkan Allen untuk menentukan posisi pasti pusat ibukota Atlantis di Altiplano. Menurut Plato, kota itu dikelilingi oleh dinding yang mengitari sehingga berbentuk lingkaran penuh dengan jarak 50 stade dari cincin kota. Dan Allen menemukan reruntuhan dinding di tempat itu. Reruntuhan dinding dengan lebar sekitar 1200 kaki yang sangat cukup untuk menopang semua bangunan seperti yang digambarkan Plato. Cincin konsentris juga memungkinkan penduduk untuk mereklamasi daratan dari dasar danau dan menciptakan bentuk suatu pulau. Allen mengecek ulang info GPS dengan Peta Navigasi Taktis Altiplano. Dengan merubah stade menjadi meter, ia menentukan posisi secara manual. Angkanya cocok dan bagi Allen, tampaknya dinding itu ada di tempat seharusnya. Walau ia telah temukan daerah yang sangat mirip dengan kerajaan Plato, beberapa pakar menganggap kesimpulannya terlalu dini. Tanpa menghiraukan lawannya, Allen merasa daerah Altiplano penuh bukti yang ditulis Plato tentang dataran tinggi ini.

Read More

Misteri Kain Kafan Yesus

Sebenarnya,kain ini hanya merupakan kain lenen atau kafan biasa dengan panjang 4,36 meter dan lebar 1,10 meter.Nggak ada yang spesial-kan kelihatannya?,Lalu apa sebab kain kafan ini dikatakan menyimpan sebuah misteri yang belum bisa terpecahkan selama beratus-ratus tahun lamanya?

Sejarah Kain kafan ini diketahui pertamakali tahun 1307 dari Kawasan Lirey,Prancis...sekarang shroud of Turin tersimpan di Katedral Kota Torino,Italia.

Salah satu keunikan dari kain kafan tsb adalah pada kain-nya terdapat sebuah gambar manusia dengan tampak depan dan maupun belakang yang sangat mirip dengan sosok Yesus (Isa Almasih),lengkap dengan luka bekas tusukan paku pada tangan dan kaki.Pada bagian kepala juga terdapat luka yang diduga akibat tusukan mahkota duri serta luka bekas cambukkan di dada maupun punggungnya,tak ketinggalan juga satu bekas luka tusukan dibagian lambung.tentunya temuan ini sangat menggemparkan, dan setelah zaman mengalami kemajuan dalam bidang teknologi,penggunaan teknologi-teknologi modern untuk membuktikan keaslian dari Shroud of Turin terus dilakukan,misalnya dengan penggunaan kamera dengan tingkat pencahayaan dan detail yang tinggi,dengan harapan dapat memperjelas bentuk dari gambar pada kain tersebut.





Gambar paling atas merupakan foto bagian kepala Shroud of Turin dengan kamera biasa,Gambar di tengah,merupakan gambar negatifnya..bentuk mukanya lumayan jelas klo yang ini,trus gambar paling bawah adalah sketsa untuk menggambarkan lebih jelas bentuk raut wajah pada kain tsb..beneran nih matanya memang melek?

Dari hasil beberapa foto yang didapatkan,mendorong banyak Ilmuwan untuk semakin mengamati dan mengidentifikasi berbagai elemen-elemen yang menempel pada kain itu.Benarkah bercak2 tsb adalah bekas bercak darah manusia atau bukan?
Pada pengamatan dengan menggunakan mikroskop,kain kafan tersebut mengandung banyak sari bunga dan darah manusia.Kemudian dapat diperoleh hasil dari penelitian yang lebih dalam lagi,bahwa bercak darah pada Shroud of Turin merupakan darah yang termasuk golongan AB.
Hingga saat ini penelitian tentang Shroud of Turin masih benar-benar serius dilakukan.

Read More

Bill Gates Kembangkan Teknologi Penguras Sperma


Pendiri Microsoft Corp. sekarang tak cuma peduli pada urusan komputer. Dia ternyata juga peduli pada teknologi kontrasepsi pria. Proyek itu kini sedang diseriusi Gates lewat Bill & Melinda Gates Foundation.

Di yayasan ini ada 78 proyek penting yang kini sedang dikembangkan. Di antaranya adalah vaksin dari keringat, penggunaan tanaman karnivora untuk mengendalikan nyamuk malaria. Penelitian yang paling hot adalah mempelajari kemampuan ultrasound untuk menguras jumlah sperma dalam testis.

Yayasan Gates sudah setuju akan mendanai penelitian yang dilakukan sekelompok ilmuwan Amerika Serikatuntuk mengembangkan teknologi ini. Bila teknologi ultrasound (gelombang suara dengan frekuensi tinggi, lebih tinggi dari yang bisa didengarkan kuping manusia) maka kemungkinan teknologi ini akan digunakan sebagai kontrasepsi baru pria. Seperti di ketahu, manusia cuma bisa mendengar suara di frekuensi 20 sampai 20 ribu Hz

Yayasan berdana 34 miliar dolar yang dijalankan oleh multi miliuner dan dermawan Bill Gates dan berinvestasi pada proyek-proyek ilmiah luas guna meningkatkan kesehatan dunia itu mengatakan bahwa setiap proyek masing-masing akan mendapatkan dana 100.000 dolar untuk penelitian lebih lanjut.

Proyek-proyek lain yang mendapat dukungan dari yayasan ini adalah pengembangan mikroskop ponsel murah untuk mendiagnosis malaria, penggunaan ultrasound untuk alat kontrasepsi pria, selendang insektisida antimalaria dan sistem penggunaan gambar untuk mencari dan menghancurkan parasit dengan vaksin laser.

"Kami yakin bahwa beberapa gagasan ini akan mengarah ke inovasi dan berbuah solusi yang menyelamatkan jiwa," kata Tachi Yamada dari program kesehatan global Gates Foundation dalam sebuah pernyataan.

Yayasan itu mengatakan para peneliti yang mendapat dana dari yayasan ini berasal dari berbagai universitas, lembaga penelitian, dan organisasi nonprofit dari 18 negara di seluruh dunia.

Salah satu yang didanai Gates adalah satu kelompok ilmuwan Jerman yang mengembangkan teknologi nanopartikel untuk menembus kulit melalui rambut folikel. Nano partikel tersebut akan berbaur dengan keringat manusia untuk melepaskan vaksin.

Hibah dana penelitian ini juga akan membantu para peneliti menyelidiki cara-cara baru memerangi malaria. Satu tim akan mencoba melihat apakah selendang tradisional berinsektisida yang dikenakan oleh para pekerja migran di sepanjang perbatasan Thailand-Kamboja dapat mengurangi tingkat kekebalan malaria terhadap obat.

Sementara di Uganda, sebuah tim menguji kemampuan tanaman pemakan serangga mengurangi jumlah nyamuk penyebar malaria.

Dana hibah diberikan dalam skema program Grand Challenges Explorations yayasan itu--inisiatif lima tahunan senilai 100 juta dolar ditujukan untuk mempromosikan inovasi dalam kesehatan global.

Gates, orang terkaya di dunia, adalah pendiri Microsoft Corp, dan masih menjadi chairman perusahaan itu, meskipun ia memfokuskan perhatiannya kepada yayasan.

Sejak dibuka pada tahun 1994, yayasan ini telah menggelontorkan lebih dari 21 miliar dolar AS dalam bentuk dana hibah.

Read More
 
TANGGU RAJA PARDEDE | HARLEN PARDEDE | PARDEDE Template™