INDAHNYA HIDUP JIKA KITA BERSYUKUR DALAM MENJALANI HIDUP

SISADA LULU ANAK SISADA LULU BORU SISADA LULU TANO SISADA PANGKILALAAN ANAK NASO MASIBOLA - BOLAAN BORU NASOJADI MASITINDIAN DANG JADI TUMATANGIS BORU
Tampilkan postingan dengan label Kehamilan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kehamilan. Tampilkan semua postingan

Berdiet Saat Hamil Akibatkan IQ Anak Rendah

Banyak wanita yang ingin memnjaga berat tubuh saat hamil. Menurut penelitian, hal itu berakibat buruk bagi IQ bayi yang dikandungnya.

Dikutip dari Dailymail, Dr Thomas McDonald sang peneliti menyebutkan bahwa kurangnya nutrisi saat hamil akan berakibat langsung pada tingkat kecerdasan serta perilaku sang jabang bayi.

Kekurangan nutrisi akan membuat saraf yang menyambung dengan janin terganggu, sehingga sel-sel pertumbuhan janin tidak maksimal. Kekurangan nutrisi saat hamil juga memperbesar bayi menderita autis, depresi serta gangguan jiwa skizofrenia.

Para wanita yang hamil muda atau hamil saat remaja memerlukan nutrisi yang lebih. Karena tubuhnya masih dalam pertumbuhan, dan di sisi lain, si jabang bayi pun butuh asupan yang cukup.

McDonald menyarankan para wanita untuk menghentikan dietnya saat hamil. Tak perlu takut dengan penambahan berat badan yang akan terjadi. Karena yang penting adalah menyantap nutrisi yang bermanfaat, bukan menyantap makanan dengan porsi ganda.

Read More

Kenali Tanda Kontraksi Melahirkan


Ketika mendekati saat persalinan, ibu mengandung akan merasakan adanya kontraksi dari dalam perut. Tapi kontraksi seperti apa yang menunjukkan ibu hamil harus segera ke rumah sakit untuk persalinan?

Proses persalinan biasanya dimulai ketika rahim mulai berkontraksi secara teratur dan kontraksi ini semakin lama akan semakin kuat dan sering.

Kontraksi rahim ini membantu mendorong bayi menuju jalan lahir dan menarik leher rahim ke atas, sehingga memungkinkan leher rahim terbuka lebih lebar untuk persiapan keluarnya kepala bayi.

Beberapa perempuan ada yang memiliki pengalaman disuruh pulang kembali ke rumah atau berjalan-jalan karena belum ada sesuatu yang terjadi.

Kebanyakan proses persalinan akan dimulai dengan sangat perlahan dan lembut, sehingga beberapa pertanyaan akan muncul apakah memang sudah tiba waktunya atau belum.

Seperti dikutip dari BBCHealth, Kamis (6/5/2010) rahim perempuan terdiri dari jaringan serat otot. Pada puncak kontraksi, serat-serat otot akan mencapai panjang yang terpendek dan timbul rasa sakit yang intens.

Rasanya seperti sakit menstruasi yang kuat atau seperti mengencangkan sabuk di perut dan terkadang sakitnya terasa hingga punggung belakang dan depan.

Serat otot ini kemudian menjadi rileks dan kontraksi memudar, tapi serat otot akan kembali menjadi lebih pendek dari sebelumnya. Saat itu bayi ditekan dan leher rahim mulai terbuka sedikit lebih lebar.

Kapan harus ke dokter setelah terjadi kontraksi?

Salah satu hal yang harus dipahami adalah jangan terlalu buru-buru ke rumah sakit ketika kontraksi baru saja dimulai. Sebaiknya ibu tetap tinggal di rumah dengan tenang dan santai dan ikuti bagaimana alur dari kontraksi yang terjadi. Kenali seberapa sering dan kuat kontraksi tersebut muncul, karena hal ini akan menentukan kapan seseorang harus segera pergi ke dokter.

Selama selang waktu menunggu tersebut, ibu bisa melakukan hal-hal yang menyenangkan sehingga membantu ibu merasa santai. Ketika kontraksi mulai berlangsung selama 30-60 detik dan terjadi setiap 5 menit sekali, ibu bisa mempersiapkan diri untuk pergi ke rumah sakit.

Namun jika kehamilan yang terjadi untuk anak kedua atau ketiga sebaiknya pergi ke rumah sakit sebelum kontraksi terjadi 5 menit sekali, karena proses kelahiran biasanya lebih cepat dibandingkan yang pertama.

Semakin lama kontraksi akan lebih panjang serta mulai saling tumpang tindih dan ibu akan merasakan sensasi untuk mendorong selama waktu itu. Tapi sebaiknya ibu tidak melakukan hal tersebut hingga dokter sudah menyuruh ibu untuk melakukannya.

Terdapat beberapa tanda yang menunjukkan seseorang sudah mendekati waktu persalinan, yaitu:

  1. Kontraksi yang semakin sering dan kuat, biasanya kontraksi berlangsung lebih dari 40 detik dan bisa tiga kali kontraksi dalam waktu 10 menit. Kontraksi yang terjadi pun semakin lama semakin cepat dan intens.
  2. Muncul lendir berwarna merah muda yang berasal dari sumbatan leher rahim. Persalinan bisa terjadi kapan saja setelah kondisi ini, ada yang cepat tapi ada juga yang lama. Sebaiknya konsultasikan dengan dokter jika terjadi hal tersebut.
  3. Pecahnya air ketuban. Hal ini menandakan pecahnya selaput yang memegang kantung ketuban yang mengandung bayi dan cairan ketuban. Kondisi ini bisa terjadi secara tiba-tiba atau bertahap. Jika kondisi ini terjadi, segera ke rumah sakit agar bayi tidak mengalami infeksi atau keracunan air ketuban.


Read More

Plus Minus Melahirkan Dalam Air


Metode melahirkan di dalam air atau water birth semakin populer dan menjadi tren persalinan. Banyak yang merasakan manfaatnya. Selain mampu mereduksi rasa sakit, persalinan di dalam kolam berisi air hangat juga membuat ibu hamil memiliki tenaga lebih untuk mengejan.

Seperti dikutip dari Modernmom.com, beberapa penelitian bahkan mengklaim bahwa metode melahirkan dalam air juga bermanfaat bagi bayi yang akan dilahirkan.

Berdasar laporan Waterbirth Internasional, metode ini membutuhkan sebuah kolam bersalin khusus berisi air dengan suhu 95-100 derajat Fahrenheit. Sangat disarankan menghindari penggunaan bathtubs atau kolam anak kecil, karena sulit akan mempertahankan suhu yang tepat.

Berikut beberapa hal yang perlu Anda ketahui tentang water birth.

Manfaat

Melahirkan di dalam air membantu ibu hamil merasa lebih rileks sehingga dapat mengurangi rasa sakit saat persalinan. Dalam rendaman air, kulit akan memiliki elastisitas lebih besar, sehingga memperkecil risiko robek pada jalan lahir bayi.

Melahirkan dalam air juga bermanfaat untuk bayi. Medium air memudahkan transisi bayi dari rahim, berisi cairan ketuban, ke dunia luar. Pendukung teknik ini mengatakan bahwa persalinan dalam air tak berbahaya. Bayi akan bernapas dalam air, karena dia tidak akan mulai menggunakan paru-parunya sampai dia dibawa ke udara dalam 10 detik pertama setelah lahir.

Kelemahan

Sebuah penelitian mengungkap kekhawatiran bahwa medium air akan membuat tali pusat menjadi kusut atau terkompresi, sehingga bayi kemungkinan akanterengah-engah dan menghisap air ke dalam paru-paru mereka.

Studi tahun 2002 yang dipublikasikan dalam jurnal kesehatan Pediatrics juga menyimpulkan bahwa persalinan dalam air meningkatkan risiko bayi tenggelam.

Situs Live Science menambahkan bahwa kelahiran dalam air tidak direkomendasikan oleh American College of Obstetricians and Gynecologists sebagai pilihan proses melahirkan yang layak. Persalinan dalam air dikhawatirkan memicu risiko pneumonia atau infeksi pada otak, dan serangan kekuarangan oksigen.

Risiko

Wanita dengan kondisi medis tertentu atau kehamilan rumit harus menghindari melakukan proses melahirkan di dalam air. Termasuk wanita dengan herpes, tekanan darah tinggi, wanita yang telah mengalami pendarahan tak terduga selama perjalanan kehamilan, wanita yang mengandung bayi kembar, dan ketika bayi dalam posisi sungsang. Melahirkan di dalam air juga tidak direkomendasikan untuk wanita yang masuk ke persalinan prematur.
Read More

Bahaya Cacar Air Pada Ibu Hamil


Penyakit cacar bisa menyerang siapa saja, baik anak-anak, orang dewasa ataupun ibu yang sedang hamil. Jika menyerang saat sedang hamil ada beberapa kondisi yang bisa menyebabkan komplikasi kehamilan.

Cacar adalah penyakit infeksi yang disebabkan oleh virus varicella dan biasanya bisa disembuhkan. Tapi jika cacar ini diperoleh selama kehamilan, maka dapat menyebabkan peningkatan risiko komplikasi bagi ibu dan bayinya.

Waktu infeksi cacar air yaitu apakah selama awal kehamilan atau mendekati persalinan, bisa menentukan risiko komplikasi bagi ibu dan anak.

Jika perempuan hamil memiliki riwayat infeksi cacar air sebelumnya atau telah diimunisasi, maka antibodi terhadap virus ini akan ditransfer ke bayi melalui plasenta selama kehamilan.

Karenanya perempuan ini akan menjadi kebal dan tidak perlu terlalu khawatir mengenai komplikasi yang ada bagi diri sendiri atau anaknya.

Seperti dikutip dari Dermatology.about.com, Senin (10/5/2010) infeksi cacar air saat hamil terjadi sekitar 0,05-0,07 persen. Jumlah kecil karena sebagian besar perempuan subur sudah memiliki kekebalan terhadap virus varicella.

Tapi jika cacar air diperoleh saat trimester ketiga, maka risiko pneumonia varicella lebih besar terjadi. Pneumonia varicella adalah salah satu infeksi yang berpotensi mengancam kehidupan paru-paru akibat virus varicella.

Cacar air yang terjadi saat trimester pertama kehamilan terutama pada minggu ke 8-12, memiliki risiko sindrom varicella kongenital sebesar 2,2 persen yaitu sindrom cacat lahir pada bayi.

Kondisi paling umum dari varicella kongenital adalah jaringan parut pada kulit, kelainan lain yang bisa mencakup kepala, masalah mata, berat badan bayi lahir rendah dan keterbelakangan mental.

Tapi jika infeksi cacar air ini terjadi saat mendekati waktu kelahiran atau sekitar 1 minggu sebelum kelahiran, maka bayi berisiko tertular infeksi varicella.

Penyebaran infeksi varicella ini terjadi ketika virus menginfeksi bayi yang baru lahir sebelum antibodi pelindung dari ibu ditransfer ke bayi. Infeksi virus ini bisa menyebabkan kematian bayi sebesar 25 persen.

Sedangkan jika infeksi cacar air terjadi antara waktu kehamilan 20 minggu hingga mendekati kelahiran tidak terlalu berisiko bagi bayi. Tapi risiko lebih besar untuk ibunya. Sang ibu punya peluang terkena pneumonia cacar air sekitar 10 persen yang bisa berakibat parah dan mengancam jiwa.

Perempuan yang terkena cacar air selama kehamilan bisa ditangani dengan obat antiviral acyclovir (Zovirax) yang cukup aman bagi kehamilan. Tapi jika kondisi yang terjadi pada sang ibu cukup parah, maka sebaiknya dirawat di rumah sakit untuk mencegah komplikasi serius yang mungkin terjadi.

Namun, bagi bayi yang dilahirkan dari ibu yang terkena infeksi cacar air beberapa hari sebelum kelahiran, harus diberikan VZIg (Varicella-Zoster Ig) sesaat setelah lahir. Sedangkan jika bayi mengembangkan varicella saat dua minggu kehidupan pertamanya harus ditangani dengan acyclovir IV.

Sebaiknya semua perempuan harus ditanyakan mengenai riwayat infeksi cacar air sebelumnya atau mengenai imunisasi saat kunjungan pertama kehamilannya.

Beberapa ahli menuturkan, ibu hamil sebaiknya mendapatkan tes antibodi saat kunjungan pertama kehamilannya untuk mengetahui adakah antibodi terhadap virus variella di dalam tubuh sang ibu.


Read More

Apa Itu Kematian Mudigah?


Masalah sering timbul pada calon ibu. Masalah yang timbul kadangkala tidak dapat dihindari. Salah satunya adalah kematian mudigah yang bisa menimpa ibu hamil.

Intinya kematian mudigah adalah kematin calon janin di dalam kandungan, sehingga perlu dilakukan operasi kuret. Kematian janin ini diduga karena adanya masalah kelainan kromosom.

"Kematian mudigah terjadi jika sudah ada struktur janinnya tapi tidak ada tanda-tanda kehidupan dari janin tersebut," ujar dr Kanadi Sumapraja, SpOG, MSc, saat dihubungi detikHealth, Jumat (7/5/2010).

dr Kanadi menuturkan penyebab dari kematian mudigah ini bisa disebabkan dari dua sisi yaitu dari sisi janin atau ibunya. Pada janin misalnya ada kelainan berat yang terjadi sehingga tidak memungkinkan bagi janin untuk terus tumbuh, misalnya kelainan kromosom yang berat.

Kelainan kromosom yang terjadi pada janin belum tentu disebabkan oleh adanya kelainan kromosom dari ayah dan ibunya. Karena sebagian besar kelainan kromosom pada janin tidak berkorelasi dengan orangtuanya. Diperkirakan hanya sekitar 3-5 persen kelainan kromosom pada janin yang berhubungan dengan kelainan kromosom orangtuanya.

Sedangkan dari sisi ibunya kemungkinan penyebab kematian mudigah ini karena tubuh ibu yang tidak bisa mendukung kehamilan sehingga memungkinkan janin yang dikandung mengalami kekurangan darah atau oksigen.

"Masalah kehamilan ini sulit dideteksi karena tidak ada gejala klinis, kecuali keluar darah saat masih hamil muda. Cara paling mudah untuk mengetahuinya adalah melalui pemeriksaan USG," ujar dokter yang berpraktek di Klinik Yasmin Kencana RSCM ini.

Jika diketahui bahwa janin yang dikandungnya sudah tidak tumbuh lagi, maka perawatan yang dilakukan adalah mengeluarkan janin tersebut dengan cara dikuret atau melalui obat.

"Terkadang ada juga yang menggunakan obat tertentu dan di bawah pengawasan dokter. Obat ini akan merangsang ibu untuk mulas dan janin yang meninggal akan keluar dengan sendirinya. Setelah itu ibu harus melakukan pemeriksaan kembali untuk mengetahui apakah sudah bersih atau belum," tambahnya.

Hingga kini belum ada cara untuk mencegah terjadinya kematian mudigah, tapi jika hal ini terjadi berulang-ulang sebaiknya ibu melakukan pemeriksaan lebih lanjut untuk mengetahui apa penyebab dari masalah kehamilan tersebut.

Jika penyebabnya sudah dapat diketahui, maka dokter bisa melakukan antisipasi untuk mencegah terjadinya kembali kematian mudigah dengan cara memperbaiki atau mengobati penyebab dari kondisi tersebut


Read More

10 Tempat Terbaik dan Terburuk untuk Menjadi Ibu


Menjadi seorang ibu adalah salah satu momen bahagia bagi wanita, apalagi jika bisa berada di tempat-tempat terbaik untuk menjadi ibu. Tempat mana saja yang terbaik dan terburuk untuk menjadi ibu?

Save the Children Mother melakukan survei dan membandingkan 160 negara di dunia untuk mencari negara mana saja yang dapat peringkat negara terbaik dan terburuk bagi ibu dan anak.

Peringkat tersebut didasarkan pada kesehatan, pendidikan, dan status ekonomi ibu dan anaknya.

Seperti dilansir dari WebMD, Jumat (7/5/2010), berikut 10 negara terbaik untuk menjadi seorang ibu:

  1. Norwegia
  2. Australia
  3. Islandia
  4. Swedia
  5. Denmark
  6. Selandia Baru
  7. Finlandia
  8. Belanda
  9. Belgia
  10. Jerman


Sedangkan 10 negara terburuk untuk menjadi ibu:

  1. Equatorial Guinea
  2. Eritrea
  3. Sudan
  4. Mali
  5. Republik Demokrasi Kongo
  6. Yaman
  7. Guinea-Bissau
  8. Chad
  9. Niger
  10. Afganistan


Mengapa banyak negara di Afrika juga Afganistan menjadi tempat terburuk untuk menjadi ibu? Di Afganistan dan juga negara-negara di Afrika, hanya 15 persen kelahiran yang dibantu oleh tenaga kesehatan, dan satu dari delapan wanita meninggal karena kehamilan atau kelahiran yang terkait dengan masalah anak.

Menurut survei, Amerika Serikat hanya ada di peringkat 28. Angka kematian ibu di Amerika Serikat adalah 1 dari 4.800, serta negara kurang memberi kebijakan bersalin yang bertanggung jawab bagi masyarakat kelas bawah.

Wanita di Amerika Serikat lima kali lebih mungkin meninggal karena penyebab yang berkaitan dengan kehamilan ketimbang wanita-wanita di Bosnia, Herzegovina, Yunani, atau Italia. Dan 10 kali lebih besar dari wanita di Irlandia.

Amerika Serikat juga dinilai tinggi pada angka kematian anak di bawah usia 5 tahun. Tercatat 8 dari 1.000 anak meninggal sebelum mencapai usia 5 tahun.

"Sementara situasi di Amerika Serikat perlu diperbaiki, ibu-ibu di negara berkembang justru sedang menghadapi risiko yang jauh lebih besar untuk kesehatannya juga anaknya," ujar Mary Beth Powers, kepala Save the Children's Newborn and Child Survival Campaign.

Menurut Beth Powers, kurangnya tenaga pembantu persalinan dan tantangan dalam mengakses alat KB, menyebabkan wanita di negara-negara berkembang menghadapi banyak kehamilan dan kelahiran yang lebih berisiko dan menyebabkan kematian ibu dan anak.



Read More
 
TANGGU RAJA PARDEDE | HARLEN PARDEDE | PARDEDE Template™