INDAHNYA HIDUP JIKA KITA BERSYUKUR DALAM MENJALANI HIDUP

SISADA LULU ANAK SISADA LULU BORU SISADA LULU TANO SISADA PANGKILALAAN ANAK NASO MASIBOLA - BOLAAN BORU NASOJADI MASITINDIAN DANG JADI TUMATANGIS BORU
Tampilkan postingan dengan label Alien. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Alien. Tampilkan semua postingan

Hangar 18


Hangar 18

Selama bertahun-tahun setelah dugaan peristiwa jatuhnya sebuah piring terbang (UFO) di sebuah lahan peternakan yang terletak 60 kilometer di utara Roswell, New Mexico, banyak rumor berkembang mengenai mayat alien bertubuh kecil yang (konon) ditemukan di dekat bangkai wahana terbang tersebut merupakan makhluk luar angkasa yang hendak menyerbu bumi. Setidaknya itulah anggapan yang dianut oleh beberapa pemerhati Ufologi.

Dan konon, mayat alien beserta bangkai UFO-nya itu kini masih tersimpan disuatu tempat yang begitu rahasia. Tempat terlarang bagi para warga sipil yang sering disebut sebagai Hangar 18. Namun, benarkah demikian?

Hangar 18 merupakan salah satu bagian dari Wright-Patterson Air Force Base, yaitu basis pangkalan udara Amerika Serikat yang terletak di daerah Greene dan Montgomery, 13 km timurlaut dari pusat bisnis Dayton, Ohio, Amerika Serikat. Hangar 18 yang dikatakan memiliki relevansi dengan peristiwa Roswell tersebut memang begitu misterius. Sesuatu yang menjadi misteri ialah benarkah tersimpan jasad alien Roswell di tempat ini?

Kebanyakan peneliti UFO di abad 21 masih mencari potongan benang merah yang hingga kini masih menjadi kontroversi akan peristiwa misterius tersebut. Banyak laporan dari beberapa warga setempat dan personel militer yang mengklaim merupakan saksi mata peristiwa Roswell berbicara mengenai lima jasad asing yang ditemukan di tempat kejadian. Bukan satu jasad alien, tetapi lima. Diantara mereka menambahkan, ada empat jasad diangkut ke Hangar 18, sedangkan mayat kelima dibawa ke salah satu basis USAF (United States Air Force) di Lowry Air Force Base.

Dua tahun sebelum kematiannya pada akhir 1990-an, pilot Oliver “Pappy” Henderson pernah bersumpah disuatu reuni bagi para veteran Perang Dunia II, bahwa ia pernah terbang bersama empat jenasah makhluk-makhluk Roswell tersebut keluar dari Roswell Army Field dalam pesawat kargo C-54, Juli 1947.

Don Schmitt dan Kevin Randle menulis didalam buku mereka “UFO Crash at Roswell”, dalam satu sesi wawancara bersama Brigjen. Gen Arthur Ekson, mereka mendapatkan beberapa informasi mengenai empat mayat asing yang diterbangkan ke Wright-Patterson Air Force Base. “Jasad-jasad makhluk asing tersebut semua ditemukan diluar sisa-sisa wahana yang mereka tumpangi, dan keempatnya diterbangkan ke Wright-Patterson”.

Inilah foto kontroversial salah satu jasad Alien Roswell yang konon tersimpan di Hangar 18

Hingga kini, misteri masih menyelimuti Hangar 18. Teka-teki mengenai keberadaan jasad alien di sana masih belum terjawab. Kasus jatuhnya UFO di Roswell yang merupakan sumber dari lahirnya spekulasi alien di Hangar 18 pun masih banyak disangsikan kebenarannya. Pihak militer Amerika Serikat jauh-jauh hari telah mengklarifikasi bahwa tidak ada UFO jatuh di Roswell. Bangkai-bangkai yang diduga UFO tersebut hanyalah merupakan sebuah balon cuaca yang jatuh, dan jasad yang diduga alien tersebut hanyalah boneka yang ikut diudarakan bersamanya.

Namun menurut argumen beberapa penganut Ufologi, banyak kejanggalan pada kasus Roswell dan mereka mengatakan sesuatu yang penting telah ditutup-tutupi pemerintah Amerika Serikat mengenai peristiwa ini. Apabila hanya balon cuaca yang jatuh, mengapa pihak militer terlihat begitu panik, dan apa tujuan mereka mengerahkan begitu banyak personel-nya ke tempat kejadian hanya untuk sebuah balon cuaca? Pertanyaan-pertanyaan seperti inilah yang membuat misteri Roswell dan Hangar 18 tetap hidup hingga saat ini.


Read More

Proyek SERPO

Proyek SERPO ialah sebuah dugaan adanya program pertukaran informasi rahasia antara pemerintahan Amerika Serikat dengan entiti asing dari planet Serpo. Proyek inilah yang kemudian melahirkan beberapa teori konspirasi mengenai hubungan yang terjalin antara manusia dengan makhluk cerdas luar angkasa (alien) selama 30 tahun terakhir.Menurut versi yang paling umum diceritakan, adanya hubungan kerja sama antara kedua makhluk cerdas beda planet ini bermula dari kasus alien yang berhasil selamat dari kecelakaan di dekat Roswellpada tahun 1947

Memang, planet yang disebut-sebut berada di Zeta Reticuli itu memiliki banyak sejarah di dunia Ufologi. Ia kerap disebutkan dalam beberapa kasus penculikan manusia yang dilakukan alien (Alien Abduction) seperti pada kasus Betty dan Barney Hill. Dunia Ufologi juga mengklaimnya sebagai wilayah tempat berdiamnya suatu ras alien yang disebut sebagai Grey.

Kemudian kisah tersebut juga menyebutkan bahwa dua belas personel militer AS kemudian mengunjungi planet itu antara tahun 1965 dan 1978. Namun dikatakan kunjungan mereka tidak berhasil akibat adanya beberapa masalah dalam perjalanan menuju ke sana (terdapat kontradiksi dengan sumber-sumber lainnya).

Dokumen proyek Serpo yang muncul ke permukaan masyarakat diduga dengan sengaja dibocorkan oleh “orang dalam”. Victor Martinez, mantan pegawai pemerintah yang mengkoordinasikan aktivitas komunikasi email menuturkan bahwa seseorang yang tidak ingin diketahui identitasnya membeberkan informasi rahasia milik Badan Intelijen Pertahanan Amerika Serikat (DIA) dan berkisah mengenai sebuah pertemuan yang tidak biasa.

Narasumber yang tak ingin diketahui identitasnya tersebut menuturkan kepadanya mengenai adanya kontak serta kunjungan makhluk luar angkasa dengan unsur-unsur pemerintahan AS selama beberapa dekade. Menurut informasi, pertemuan itu dilakukan secara rahasia di pulau Akau. Pulau Akau adalah bagaian dari Pulau Atol Johnston yang terletak 750 mil barat-daya Honolulu, Hawai.

Sumber-sumber lainnya mengatakan bahwa pesawat-pesawat makhluk luar angkasa yang mendarat berasal dari sebuah planet di sistem bintang Zeta Reticuli, yang disebut oleh personel AS sebagai “Ebens”. Dan konon, makhluk-makhluk Ebens tersebut telah bertemu dengan 18 wakil dari AS, PBB, Rusia, China, Vatikan dan tamu-tamu tertentu lainnya. Perwakilan AS termasuk lima personil militer, dua orang perwira intelijen, seorang ahli bahasa, dan seorang perwakilan pemerintahan.

Ilustrasi. 12 personil militer yang dikirim ke Zeta Retaculi yang kisahnya diceritakan di bawah ini.

Berikut ini ialah penuturan seorang narasumber misterius yang mengaku mengetahui secara detail proyek tersebut :

Pertama saya ingin memperkenalkan diri. Nama saya …..(minta dirahasiakan). Saya adalah pensiunan pegawai Pemerintah AS. Saya tidak akan berkisah secara detail mengenai masa lalu saya. Saya terlibat dalam program khusus.

Adapun kisah Roswell, hal itu benar terjadi, namun tidak seperti buku-buku cerita. Ada dua lokasi kecelakaan. Satu di barat daya Corona, New Mexico dan situs kedua di Pelona Peak, New Mexico.

Kecelakaan melibatkan dua pesawat luar angkasa. Situs Corona ditemukan sehari kemudian oleh tim penyelidik. Tim ini melaporkan lokasi kecelakaan untuk departemen kepolisian daerah Lincoln County. Seorang deputi tiba keesokan harinya dan memanggil polisi negara. Satu entitas makhluk asing didapati hidup dan bersembunyi di balik bebatuan. Entitas tersebut diberikan minum tetapi menolak. Kemudian ia dibawa ke Los Almos.

Mayat-mayat lain dibawa ke Los Alamos National Laboratory kerena memiliki sistem pembekuan yang memungkinkan tubuh tetap beku untuk penelitian. Sedangkan puing-puing pesawat dibawa ke Roswell, kemudian ke Wright Field, Ohio.

Situs kedua ditemukan Agustus 1947 oleh dua peternak. Mereka melaporkan temuannya beberapa hari kemudian dengan kepala polisi daerah Catron County, New Mexico. Karena lokasinya yang terpencil, perlu beberapa hari untuk membuat akses jalan ke lokasi kecelakaan. Setelah di lokasi, kepala polisi mengambil foto dan kemudian kembali ke Datil.

Sandia Army Base, Albuquerque, New Mexico kemudian diberitahu. Sebuah tim pemulihan dari Sandia mengambil beberapa bukti, termasuk enam jasad alien. Jasad-jasad itu dibawa ke Sandia Base, namun kemudian dipindahkan ke Los Alamos.

Kami menjalin komunikasi dengan entitas hidup dan ia memberi tahu lokasi planet asalnya. Entitas itu tetap hidup hingga 1952. Sebelum kematiannya, ia memberi kami penjelasan lengkap mengenai benda yang ditemukan di lokasi kecelakaannya dulu. Satu benda berfungsi sebagai alat komunikasi untuk melakukan kontak dengan planet asalnya.

Entah bagaimana, saya tidak tahu persis informasi ini, tetapi pertemuan pertama terjadi April 1964 di dekat Alamogordo, New Mexico. Beberapa Alien mendarat dan mengambil mayat rekan mereka yang mati. Informasi yang dipertukarkan. Komunikasi dalam bahasa inggris. Alien memiliki perangkat terjemahan.

Pada tahun 1965, kami memiliki program pertukaran dengan alien. Kami dengan hati-hati memilih 12 personil militer. Sepuluh pria dan dua wanita. Mereka dilatih, diperiksa dan dengan hati-hati dihapus dari sistem militer. Ke-12 orang tersebut adalah ahli dalam berbagai spesialisasi.

Di dekat bagian utara Nevada Test Site, alien mendarat dan 12 orang Amerika pergi bersama mereka. Rencana kami ialah mengirim mereka untuk tinggal 10 tahun di sana dan kemudian dipulangkan ke Bumi.

Tapi sesuatu yang tidak beres terjadi. Tahun 1978 mereka kembali ke lokasi yang sama di Nevada. Tujuh pria dan seorang wanita kembali. Dua meninggal di planet makhluk asing itu. Dua lainnya memutuskan untuk tetap tinggal. Dari delapan yang kembali, kini semua telah meninggal. Yang terakhir meninggal pada tahun 2002.

Mereka yang kembali diisolasi dari tahun 1978 hingga 1984 di berbagai instalasi militer. Air Force Office of Special Investigation (AFOSI) bertanggung jawab atas keamanan dan keselamatan. AFOSI juga melakukan sesi tanya jawab dengan mereka.


Read More

Adakah Suatu Pangkalan UFO, Yang Amat Sangat Rahasia?

Ditulis oleh Yves Naud dalam bukunya UFOs and extraterrestrials in history


Bagaimanakah, andaikata piring-piring terbang itu merupakan bagian dari salah satu dunia, yang menyamai dunia kita ini?
Kemungkinan itu tidak lepas dari pemikiran para penyelidik, yang berpendapat, bahwa di sesuatu tempat di dunia ini UFOs mempunyai pangkalan yang amat sangat rahasia. Dari pangkalan itu mereka sewaktu-waktu muncul, untuk mengunjungi dan mengamat-amati kita!
Berkenaan dengan dunia lain yang menyamai dunia kita itu, seorang ahli antropologi Amerika, Loren Eiseley, menguraikan suatu ceritera aneh. Suatu ceritera mengenai pertemuan antara seekor burung gagak dan sesuatu, yang diperkirakan merupakan seorang manusia terbang. Eiseley menulis sebagai berikut:

“Menjumpai suatu dunia lain bukanlah semata-mata merupakan suatu kejadian Khayalan belaka. Hal itu dapat terjadi pada manusia, dan kadang-kadang juga pada binatang. Batas antara dunia kita dan dunia lain itu bergeser atau saling bertautan, dan kalau kita berada di batas itu pada waktu terjadinya pergeseran atau pertautan, kita akan mengalami hal yang aneh. Saya melihat hal itu terjadi pada seekor burung gagak, burung itu tetangga saya. Saya tidak pernah mengganggunya, akan tetapi dia sangat berhati-hati, dan tetap tinggal di puncak pohon-pohon, atau terbang tinggi menghindari manusia.
Dunianya mulai pada tempat, yang tak dapat dijangkau oleh penglihatan saya. Pada suatu pagi, daerah kami diliputi oleh kabut, yang luar biasa tebalnya. Saya harus
mengira-ngira jalan saya ke stasiun kereta api. Dengan sangat tiba-tiba, pada ketinggian mata saya, muncullah dua buah sayap hitam kelam dengan didahului sebuah paruh besar, dan keseluruhannya itu tadi lewat secepat kilat, dengan mengeluarkan teriakan yang sangat mengerikan, sehingga saya menjadi takut. Suara teriakan itu terus mengganggu saya sepanjang hari; rupa-rupanya ada yang ditakuti oleh burung itu.

Saya mengawasi diri saya di dalam cermin, untuk mengetahui apakah kiranya demikian menakutkan pada diri saya. Akhirnya saya mengerti. Batas antara dunia kita dan dunia lain itu bergeser karena kabut! Burung gagak itu, yang mengira bahwa dia sedang terbang pada ketinggian yang biasanya, tiba-tiba dikejutkan oleh suatu pemandangan. Baginya, pemandangan itu sangat bertentangan dengan kebiasaan yang dia ketahui! Dia telah melihat seorang manusia berjalan di udara, di dalam daerah dunia si burung gagak itu. Dia telah berjumpa dengan suatu wujud, yang amat sangat ganjil baginya, dia telah melihat manusia terbang!
Sekarang, kalau dia dari atas melihat saya, dia berteriak kecil, dan mengenal suara, yang ragu-ragu itu, sebagai teriakan makhluk yang dunianya telah goyah. Dia sudah tidak sama lagi seperti burung gagak yang lain-lainnya”.

Apakah UFOs Mengancam Planet Kita?

Dalam menolak untuk mengakui adanya bukti-bukti mengenai UFOs, apakah kita tidak sudah menunjukkan rasa takut kita dalam persoalan "Pergeseran batas", walaupun secara bingung? Apakah itu disebabkan karena ketakutan kita terhadap apa yang belum kita ketahui? Mungkin, secara tidak sadar, kita tertawakan kejadian itu karena kita tidak dapat mengertinya, dan juga karena kita ingin mengelilingi dunia kita dengan suatu dinding, untuk melindungi diri kita dari ganggguan hantu-hantu itu, yang datang dari tempat lain yang tidak kita ketahui.

"Penolakan terhadap kejadian nyata, yang tidak kita mengerti, tidak pernah dapat mengembangkan ilmu pengetahuan sedikitpun juga", demikianlah akhli perbintangan terkenal, Camille Flammarion, menulis.
Sebenarnya sudah banyak sarjana, yang merasa tertarik pada persoalan UFO, misalnya orang-orang seperti Allen Hyneck dan James MacDonald, dua orang konsultan teknik pada komisi penyelidikan Angkatan Udara Amerika Serikat. Dr. Allen Hyneck, Direktur Observatorium Darborn, dekat Detroit, yang mengikuti pendapat para sarjana kuno, mula-mula menolak adanya UFOs sebagai kenyataan, akan tetapi setelah penyelidikan-penyelidikannya, dia merubah sikapnya mulai tahun 1965, karena sangat banyaknya laporan-laporan yang memerinci, yang disampaikan kepadanya. Dan beberapa tahun kemudian, dia menyatakan pendapatnya secara resmi, bahwa "piring terbang" memang benar-benar ada, dan bahwa benda itu merupakan kendaraan angkasa luar, yang datang dari dunia lain yang juga berpenghuni. Malahan lebih daripada itu, dalam tahun 1972, di Universitas Northwestern, dia mengadakan kursus, yang pertama di dunia ini, mengenai UFOs.

Seperti halnya Allen Hynek, James MacDonald juga merasa yakin tentang adanya "piring terbang" itu. Menghadapi penolakan tentang adanya UFOs, yang dilakukan oleh Komisi Penyelidikan Amerika-penolakan, yang nantinya akan kita bahas-MacDonald tidak ragu-ragu untuk mengajukan permohonan. Di depan Komisi Ruang Angkasa dari PBB dia berseru sebagai berikut:

“Kepada para sarjana, yang menolak adanya kenyataan ilmiah tentang adanya UFOs, saya mohon dengan sangat untuk mau menunjukkan kemurahan hati. Bukti-bukti, yang terkumpul selama beberapa tahun ini adalah mengagumkan. Ancaman UFOs terhadap bumi kita bukanlah merupakan suatu soal khayalan ilmiah, atau suatu khayalan menakutkan, semuanya adalah benar dan nyata."
Read More

Pesawat Luar Angkasa Voyager 2 Dibajak Alien?


Misteri melingkupi Voyager 2, pesawat tak berawak milik Amerika Serikat yang diluncurkan 20 Agustus 1977, 33 tahun yang lalu.

Sebab, baru-baru ini Voyager 2 mengirimkan pesan dalam format yang tak bisa dibaca ilmuwan Badan Antariksa Amerika Serikat, NASA.

Muncul dugaan pesawat itu dibajak alien alias mahluk luar angkasa -- yang mengirimkan jawaban pesan NASA. Seperti diketahui, menurut astrofisikawan, Stephen Hawking, NASA pernah mengirim sinyal ke luar angkasa berupa sebuah tembang dari grup pop legendaris The Beatles.

Tembang itu berjudul, "Across the Universe" (Melintasi Alam Semesta).

"Ini seperti seseorang telah memprogram ulang atau membajak Voyager 2, tapi kita tak tahu pasti apa yang sebenarnya terjadi," kata pakar alien, Hartwig Hausdorf, seperti dimuat laman Daily Telegraph, 12 Mei 2010.

Saat ini, para insinyur sedang mencoba untuk membaca data yang dikirim Voyager 2 -- yang lokasinya berada dekat tepi tata surya.

Keanehan Voyager 2 terjadi pada bulan lalu, ketika pesawat itu mengirim data dari jarak 8,6 miliar mil ke Bumi dalam format yang berubah dari sebelumnya. Data itu tak terbaca.

Selama ini Voyager 2 diprogram untuk mengirimkan data tentang kondisinya kesehatannya sendiri agar para insinyur di Bumi bisa memperbaiki -- jika ada masalah.

Semenjak diluncurkan, Voyager 2 dan kembarannya, Voyager 1 ditugasi mengeksplorasi Planet Jupiter, Saturnus, Uranus, dan Neptunus.

Dua Voyager ini adalah pesawat manusia dengan daya jelajah paling jauh.

Voyager 1 kini berjarak 10,5 miliar mil dari bumi, dalam lima tahun pesawat ini diharapkan dapat melintasi heliosfer -- gelembung matahari yang terbentuk di tata surya, dan masuk ke lintasan antarbintang.

Sementara, Voyager 2 bergerak mengikuti kembarannya.
Read More

Kehidupan Alien Versi Stephen Hawking


Ahli astrofisika terkemuka asal Inggris, Stephen Hawking, ternyata mendukung pandangan sebagian kalangan yang percaya bahwa mahluk luar angkasa memang ada. Mahluk yang populer disebut alien itu diduga berupaya mencari planet-planet yang menyimpan sumber daya yang mereka butuhkan.

Demikian sekilas pandangan Hawking dalam suatu serial yang ditayangkan stasiun televisi ilmu pengetahuan, Discovery Channel. Menurut Discovery Channel, Minggu 25 April 2010, wawancara dengan Hawking mengenai teorinya atas alien itu sudah ditayangkan di AS kemarin dan akan mulai beredar di Inggris bulan depan.

Discovery sudah mengungkapkan beberapa petikan wawancara dengan Hawking ke media massa, termasuk ke laman harian Inggris, The Times.

Kehidupan alien, menurut Hawking, hampir pasti ada di banyak tempat di jagat raya. Tidak hanya di planet, namun juga di pusat bintang-bintang, atau bahkan mengambang di ruang antarplanet.

Pandangan Hakwing atas kehidupan alien, menurut The Times, berdasarkan keyakinannya bahwa jagat raya memiliki 100 miliar galaksi. Masing-masing galaksi memiliki ratusan juta bintang. Maka, dalam ruang yang begitu besar, Bumi tampak bukan satu-satunya planet yang memiliki kehidupan.

Menurut Hawking, rupa alien bisa saja sama dengan mikroba atau hewan biasa - yang merupakan tipe mahluk hidup yang paling lama menghuni bumi. Sebagai mahluk hidup, alien punya intelegensia dan daya ancam. Itulah sebabnya ilmuwan berusia 68 tahun itu memperingatkan bahwa kontak dengan alien bisa berbahaya bagi kehidupan manusia.

Ilmuwan yang terkenal dengan teori "Lubang Hitam" itu menyatakan bahwa alien bisa saja menyerang Bumi demi mendapatkan sumber daya yang mereka butuhkan dan selanjutnya pergi lagi.

"Kita hanya memandang diri kita saat berpikir betapa kehidupan intelegensia dapat berkembang menjadi sesuatu yang tidak ingin kita hadapi. Saya bayangkan mereka [alien] mungkin ada dalam pesawat-pesawat yang besar setelah menggunakan semua sumber daya dari planet mereka," kata Hawking.

"Alien-alien yang telah maju itu kemungkinan telah menjadi nomad, berupaya untuk menaklukan dan membuat koloni di planet-planet manapun yang bisa mereka raih," lanjut Hawking.

Menurut The Times, pandangan Hawking itu sebelumnya diperkuat oleh sejumlah penemuan ilmiah. Sejak 1995 telah ditemukan lebih dari 450 planet yang mengorbit di bintang-bintang yang jauh. Planet-planet yang ditemukan itu diperkirakan berbentuk lebih besar dari Bumi, namun perkiraan itu masih harus dibuktikan lebih lanjut karena penemuan ini menggunakan teleskop yang teknologinya kian berkembang.

Sementara itu seorang astronom yang juga berasal dari Inggris, Lord Rees, awal tahun ini sudah memperingatkan bahwa kehidupan alien mungkin di luar jangkauan pemahaman manusia. "Saya menduga ada kehidupan dan intelegensia di luar sana dalam bentuk yang tidak kita pahami," kata Rees.


Read More
 
TANGGU RAJA PARDEDE | HARLEN PARDEDE | PARDEDE Template™